Racauan #3

Ada yang merindu. Aku rindu padamu dan mungkin engkau padaku. Malam ini akan ada keramaian dan kita jadi satu dalam kerumunan namun terpisah. Jalanan selalu macet, kita selalu terlambat.

Aih, seperti biasa. Langit yang sama kita puja-puja karena memayungi kita. Ada kemungkinan di bawah payungnya kita akan kuyup. Tahun ini berawal dari hujan yang meraung-meraung tanpa henti. Seperti bayi yang menyesal lahir tapi tak ada pilihan. Seperti kita yang bingung dan putus asa pada lalu lintas.

Jalanan selalu macet. Kita selalu terlambat.

Jadi penutup tahun juga menutup kita. Tak ada percakapan-percakapan apapun yang mau kita mulai. Karena kita sama-sama tahu percakapan bisa menyulut kita dan membakar ladang-ladang yang susah payah kita bangun. Tidak ada basa basi, tidak ada kangen-kangen apalagi maaf. Sudah terlalu banyak kata yang terbuang percuma.

Dan otak kiri sudah menang. Imajinasi sudah tidak bisa dipakai lagi tanpa perhitungan. Kegalauan adalah permainan bocah-bocah. Dan tahun ini kita terlalu muda untuk dibilang tua namun terlalu tua untuk dibilangin.

Tapi hidup takkan pernah kering. Lihat saja hujan ini yang membuat banjir di tahun baru. Selalu ada masalah-masalah yang menyibukkan kita. Hutang-hutang yang ingin kita bayar. Sekarang kita bosan, nanti kita akan senang. Lalu kita akan sedih. Sungguh pemahaman kita soal hidup hampir lengkap.

Tinggal dendam pada lalu lintas saja yang akan kita bawa mati. Sebab kalau Jakarta tidak macet, kemungkinan malam tahun baru ini kita gandengan tangan.

Ahahaha…. ya… ya… aku tahu itu khayalan.

Mana mungkin Jakarta tidak macet. Mana mungkin kita gandengan.

Semua sudah terlambat. Dan penyesalan juga tertinggal di bawah flyover: kedinginan, lapar karena dibuang orang tuanya, kau dan aku. Suatu hari penyesalan akan jadi dewasa dan membunuh kita berdua. Kita sudah siap, toh.

Menyalahkan macet di tahun baru ini.

image

Iklan

One thought on “Racauan #3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s