Seorang Pelacur dan Dua Anaknya

Hujan yang turun terserap ke dalam buminya
Membuncah di bawah menghidupi dunia
Tapi di kota ini tanah tanah telah buta
Tertutupi aspal dan segala istana

Bunda, dimanakah rumah kita
Semua yang pernah terbangun dalam cerita
Pulang menuju ke gelap malam
Adikku tertidur di trotoar jalan

Bising desing mesinnya meninabobokkan
Tapi kutahu bunda tak pernah terlelap
Malam-malam temaram jahanam mencekam
Membawa bunda ke lorong-lorong mendekam

Bunda, mendesah mengerang sayang
Jahanam mencekik, menampar, bernafas parau
Uang sepeser untuk setetes
dan bunda kembali untuk merangkul kami

terusir selalu ke pinggir
tiada makna terpikir
tergusur lalu terkubur
terhapus tanpa mengabur